Menghitung Keuntungan Berdasarkan Norma Kepatutan

Hasil gambar untuk bakery animated

Bobi Bakery cukup terkenal di daerahnya. Kelezatan dan kebersihan produknya menjadikan Nana Bakery sukses di pasaran. Sebagai pemilik perusahaan tersebut, Bobi terkenal karena etos kerjanya yang jempolan, meski industri rotinya hanyalah sebuah industri rumahan, tapi Bobi Bakery bisa menancapkan nama di daerah tersebut.

Sebagai warga negara, tentu saja Bobi juga diwajibkan untuk membayar pajak. Agar bisa menentukan jumlah pajak yang wajib dibayarkan, harus dihitung terlebih dahulu keuntungan yang dihasilkan dalam sebulan. Sayangnya, Bobi tidak melakukan pembukuan yang sesuai standar akuntansi. Dia kesulitan untuk menentukan jumlah keuntungannya.

Penentuan keuntungan netto bagi Bobi dan mereka yang tidak melakukan pembukuan adalah melalui norma kepatutan. Bagi Nana, berdasarkan Keputusan Dirjen Pajak Nomor Kep-536/PJ./2000, usahanya termasuk dalam jenis usaha industri makanan dan tepung kecuali kue basah. Bagi industri makanan dan tepung, tarif norma perhitungan netto-nya adalah sebesar 15 % jika berada pada 10 ibukota provinsi (Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Manado, Makassar, dan Pontianak). Jika berada pada kota provinsi Iainnya akan terkena tarif 12,5 %. Tarif 10 % akan dikenakan jika Anda berada pada daerah selain ibukota provinsi.

http://www.pajakpribadi.com

Iklan


Kategori:artikel, pajak penghasilan, pph op, PPh OP - Orang Pribadi

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: